Entri Populer

Cari Blog Ini

Selasa, 02 Februari 2010




Dewa Budjana
Budjana
I Dewa Gede Budjana
Laki-Laki
Hindu
Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, 30 Agustus 1963

Lihat Lirik Lagu Dewa Budjana



Biografi :

Dewa Budjana terkenal sebagai gitaris dari band Gigi. Ketertarikan pemilik nama asli I Dewa Gede Budjana pada instrumen gitar sudah terlihat semenjak ia duduk di bangku sekolah dasar.

Bahkan untuk membeli gitar pertamanya, ia nekat mengambil uang neneknya dengan tanpa sepengetahuannya sebesar Rp10.000.

Sejak saat itu, Budjana seperti tak bisa dipisahkan dengan gitarnya. Ia mempelajari secara otodidak cara-cara memainkan alat musik ini.

Sebelum bergabung dengan Gigi di tahun 1994, ia sempat bergabung dengan Squirrell, Spirit, serta Java Jazz.

Budjana melepas masa lajangnya di usianya yang ke-40 pada 29 Agustus 2003 dengan menikahi Putu Borrawati.

Selain berkarya bersama Gigi, Budjana juga memiliki proyek solo album. Debut solo perdananya pada 1997 dengan titel NUSA DAMAI. Solo album ini diikuti dengan beberapa album solo berikutnya, NYANYIAN DHARMA (1998), GITARKU (2000), SAMSARA (2003) dan terakhir HOME (2005).

Menonton Asyiknya Dewa Budjana Main Trio


Jakarta - 11 May 01 10:35:29 WIB

Pisa Cafe, Menteng, Rabu malam (9/5). Halaman parkir kafe yang ditata dengan gaya taman itu tampak ramai. Sebuah acara yang digelar oleh perusahan rokok itu, di samping menampilkan obrolan santai dengan beberapa tokoh pria yang dipilih, juga menampilkan Trio Budjana -- kelompok trio yang didukung oleh Dewa Budjana (gitar), Arie Ayunir (dram), Bintang (bas), dan dibantu oleh Arif (saksofon). Maka, atmosfir jazz pun akhirnya memenuhi ruangan kafe.

Acara yang dipandu oleh Ricky Jo ini dibuka dengan bincang santai dengan topik seputar laki-laki, yang menampilkan seorang pilot sebuah maskapai penerbangan, dan Daddo Parus dari Radio One 101.25 FM, Jakarta.

Kedua bintang tamu tersebut menceritakan tentang kisah sukses mereka. Penonton juga dilibatkan dalam perbincangan tersebut, dan juga diadakan pembagian kuiz dari pihak sponsor.

Setelah perbincangan tersebut, maka acara yang dinantikan pun tiba. Budjana, Bintang, Arie, dan Arif, akhirnya diundang ke atas pentas. Penonton langsung bertepuk tangan menyambut trio yang lama tak muncul ini. Ricky Jo yang memandu acara langsung mewawancarai trio tersebut, mulai dari sejarah berdirinya, konsep musiknya, hingga alasan untuk membentuk trio itu.

Sesaat kemudian beberapa komposisi ditampilkan, masing-masing: Kunang-kunang, Wanita, dan komposisi lain yang diambil dari album Nusa Damai milik Budjana. Warna musiknya kental dengan unsur jazz rock. Penonton pun terhanyut dengan permainaan trio yang rata-rata memiliki latar belakang musik jazz yang lumayan ini. Sambutan yang meriah adalah buktinya.

Trio Budjana sebenarnya telah didirikan sejak lama, yaitu sekitar tahun 80-an. "Ini adalah band pertama yang saya bentuk bersama Arie dan Bintang," ujar Budjana di sela-sela pertunjukan malam itu. Menurutnya, sekalipun jarang manggung, trio ini akan tetap eksis menyusul rencana Arie untuk hijrah ke Amerika dalam waktu dekat ini.

Dewa Bujana

Ketertarikan dan bakat Dewa Budjana pada musik – khususnya gitar – sudah sangat dominan terlihat sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar di Klungkung Bali. Saat itu yang ada dalam benak Budjana kecil mungkin udah penuh dengan bayangan gitar, gitar……..dan gitar aja. Sampe-sampe di benak doi yang masih hijau itu bayangan gitar yang selalu ada itu terimplementasi menjadi suatu rencana “kejahatan kecil”. Doi pengen banget punya gitar. Mau minta langsung ama kakek/neneknya (saat itu doi tinggal/ikut kakeknya) dioi pikir pasti nggak bakal dikasihlah. Makanya akhirnya timbul niat “jahat” tadi, yaitu nyuri uang kakeknya untuk beli gitar. Bak penjahat profesional yang mau beroperasi, segala sesuatunya sudah betul-betul matang direncanakan. Kebetulan kakek neneknya adalah pelantun kidung / kakawin. Setiap Sabtu pasangan itu selalu “live on air” di RRI Klungkung melantunkan kakawin-kakawin. Nah, ini kondisi yang ter-planning di benak sang ‘penjahat’ kecil Dewa Budjana. Seperti lazimnya rumah-rumah di Bali, dalam satu keluarga komposisi rumah selalu ada rumah induk yang dan rumah-rumah di sekelilingnya. Kakek-nenek Budjana tinggal di rumah induk yang setiap mereka berdua pergi selalu dikunci rapat. Rencana “operasi gitar perdana” (begitu ‘kali kalo diberi judul) sudah betul-betul matang. Sebelum kakek-nenek berangkat ke RRI sang ‘penjahat’ sudah menyelinap ke rumah induk dan sembunyi di bawah kolong. Begitu kakek-nenek pergi dan mengunci rumah dari luar, otomatis sang ‘penjahat’ bisa leluasa beroperasi. Operasi itu rupanya termasuk operasi kilat, nggak nyampe bilangan belasan menit Budjana sudah berhasil mengantongi sepuluh ribu rupiah dan kabur lewat jendela (dikit banget yah hasil jarahannya ; namanya juga penjahat kecil-kecilan).